INDONESIA INGGRIS MANDARIN

Mayoritas Warga Jakarta Inginkan Bahtiar Jadi Penjabat Gubernur

Rabu, 05 Oktober 2022 | 14:02
Mayoritas Warga Jakarta Inginkan Bahtiar Jadi Penjabat Gubernur
Konferensi pers Kajian Politik Nasional (KPN) soal Penjabat Gubernur DKI. (dok K

JAKARTA, EKONOMIKRO.COM - Lembaga survei Kajian Politik Nasional (KPN) baru saja mengeluarkan hasil survei soal kandidat yang dianggap layak menjadi Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta menggantikan Anies Baswedan, yang akan berakhir masa jabatannya 16 Oktober 2022 nanti. Menurut hasil survei tersebut, mayoritas responden menginginkan Dirjen Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar, menjadi Pj Gubernur DKI Jakarta.

Survei yang melibatkan 600 responden dan digelar pada 20-24 September 2022 lalu, dilakukan dengan multistage random sampling. Margin of error +/- 2.9% pada tingkat kepercayaan 95%. Wawancara dilakukan melalui sambungan telepon dan pengisian kuesioner digital.

Pertanyaan diajukan, salah satunya soal kriteria kandidat Pj Gubernur yang netral dari kepentingan politik dan bebas dari polarisasi politik masa lalu.

“Dari itu lah tergambar bahwa Pak Bahtiar itu leading. Karena gambaran politik di Jakarta jelas, bahwa publik Jakarta tidak menginginkan polarisasi tajam,” ujar Direktur Eksekutif KPN Adib Miftahul, Selasa (4/10/2022).

Berdasarkan kriteria di atas, Bahtiar mendapat 38% disusul Marullah Matali 23%, lalu 7% diraih Heru Budi Hartono. Sementara sisanya tidak tahu atau tidak menjawab.

Begitu juga ketika responden ditanya soal siapa yang akan dipilih untuk Pj Gubenur Jakarta, responden konsisten menjawab Bahtiar dengan perolehan 42%, disusul Marullah Matali 26%. Sedangkan Heru Budi Hartono tetap mendapatkan 7%.

Adib menjelaskan, dua nama di luar Bahtiar dianggap sebagai representasi dari dua kutub yang berbeda. Heru Budi Hartono direpresentasikan perpanjangan tangan istana, sementara Marullah Matali diidentikan dengan penguasa DKI Jakarta saat ini.

Seperti diketahui, ada tiga kandidat Pj Gubenur Jakarta yang diajukan DPRD DKI Jakarta, yaitu Sekretaris Daerah DKI Jakarta Marullah Matali, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, dan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar.

Editor : Toro
KOMENTAR